Siap Recovery, Tren Restrukturisasi Melunak

Posted on

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan lebih dari satu kebijakan untuk memelihara pasar keuangan dan ekonomi Indonesia.

Salah satunya adalah dengan mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit kepada para pelaku usaha terlebih Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang Widjanarko mengatakan, sampai pas ini pihaknya tetap tetap laksanakan restrukturisasi kredit kepada perbankan. berdasarkan data sampai 2 November lalu, keseluruhan angka restrukturisasi kredit yang sudah diberikan meraih Rp934,8 triliun.

“Sampai dengan pas kami tetap memonitor tentang pertumbuhan restrukturisasi dari industri perbankan. Kami mendata dari industri terhadap 2 november itu, yang direstrukturisasi meraih Rp934,8 triliun,” ujarnya didalam acara Financial Review IDX Channel, Senin (7/12/2020).

Angka sebesar itu diberikan kepada tidak cukup lebih 7,6 juta debitur. Angka tersebut terdiri dari 5,85 juta debitur kepada para pelaku UMKM dengan keseluruhan nilai Rp371,12 triliun, dan 1,70 juta debitur dengan nilai Rp563,69 triliun.

“Ini berasal dari kurang lebih 7,6 juta debitur. Ini sebetulnya umumnya debitur-debitur UMKM,” ucapnya.

Kata Bambang, jumlah perusahaan yang mengajukan relaksasi kredit sebetulnya sudah melandai. Sebab lebih dari satu perusahaan kini sudah mulai bangkit setelah pemerintah memberi akses kegiatan ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya kira jumlahnya sudah relatif melandai jikalau dibandingkan dengan lebih dari satu bulan yang lalu. Artinya jikalau kami melihat sekarang ini sudah ada sedikit recovery dari lebih dari satu debitur mengenai dengan suasana pas ini,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *