Sandwich Generation Bisa Kok Dapat Kebebasan Finansial, Begini Caranya

Posted on

Sandwich generation atau generasi sandwich menjadi salah satu sorotan di kalangan anak muda yang berfokus pada persoalan finansial. Akar persoalan sandwich generation kterletak kepada orang tua yang tidak berencana keuangannya dengan baik.

Sehingga, anak menukar tanggung jawabnya untuk menghidupi orang tua yang telah pensiun atau telah tidak produktif. Bukan cuma gagal dalam berencana hari tua, sandwich generation juga sering dikaitkan menjadi generasi yang terbebani, dikarenakan mesti menghidupi keluarganya sendiri. Untuk memahami bahwa kita juga golongan sandwich generation, financial planner Finansialku, Muhammad Rizqi BA, CFP® beri tambahan tolok ukurnya.

“ Uang yang kita dapat mirip besar dengan pengeluaran tiap-tiap bulannya. Ini yang menyebabkan sulit untuk menabung, dan tiap-tiap tahunnya makin terpuruk dikarenakan inflasi. Sedangkan tabungan tidak tersedia dan ongkos hidup terus bertambah,” sebut dia.

Rizqi mengutarakan bahwa benar-benar mutlak bagi sandwich generation untuk memulai kelola keuangan. Bukan cuma itu, namun bagi siapa saja yang telah terima gaji pertama mesti merasa mengelola keuangannya.

Penting juga untuk diingat bahwa berencana keuangan itu bukan cuma ketika telah mempunyai uang. Dari sebelum akan mempunyai pendapatan pun mesti telah memahami arah tujuannya nanti.

Rizqi mengibaratkan, banyak orang berpindah kerja dikarenakan mereka belum memahami apa yang mereka cari dalam hidup. Sehingga, mutlak bagi sandwich generation untuk memulai rancangan keuangan sedini mungkin. Rizqi pun beri tambahan tips-tips bagi sandwich generation untuk menggapai financial freedom.

1. Terbuka dan diskusi dengan keluarga

Jika kamu yang tetap bersekolah atau yang telah bekerja, memahami bahwa ke depannya orang tuamu bakal kesulitan dalam keuangan, cobalah diskusikan dan bantu mereka untuk mengelola keuangannya. Karena, berencana pensiun untuk orang tua juga salah satu rancangan keuangan, bukan cuma untuk diri kita namun juga untuk orang tua kita.
Tanyakan dan diskusikan seputar perihal utama dalam keuangan, seperti di mana nanti mereka bakal tinggal, apa yang bakal mereka rencanakan dengan properti yang mereka miliki, apa kontribusi yang kamu, kakak, atau adikmu bakal melakukan untuk mengurus orang tuamu.

Jika kamu memilki saudara kandung, cobalah mengatur jadwal kalian untuk berdiskusi perihal keuangan orang tuamu. Seperti, bagaimana cara kalian mengatasi kecuali orang tua sakit, dan berapa kontribusi yang kalian dapat berikan.

Usahakan, jauhi konflik emosional dalam berdiskusi. Jika telah berdiskusi, pastikan semua telah memahami dan memahami dengan rencananya.

Jika dibutuhkan, cobalah memakai jasa mediator, seperti seseorang dalam keluarga yang paling kamu percaya dan dapat berwujud netral, atau seorang rencana keuangan terpercaya. Kamu dapat berkonsultasi kepada rencana keuangan Finansialku. Kamu dapat dengan gampang menghubungi mereka melalui aplikasi Finansialku yang dapat diunduh melalui Google Play Store atau Apple Apps Store.

Finansialku adalah perusahaan rencana salah satu yang mempunyai portal edukasi dan aplikasi keuangan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kemenkominfo ISO 27001.

2. Kenali fungsi duwit untukmu

Tidak sedikit orang yang berpendapat apa itu duwit dan mengapa mereka membutuhkannya. Uang adalah sebuah nilai yang kita tukarkan dengan kekuatan kita. Kalau kita menghormati kekuatan yang kita keluarkan untuk mendapatkannya, maka kita juga bakal membayangkan bagaimana kita mengeluarkan uang.

Mengenali bagaimana duwit datang, bakal menentukan jenis hidup yang bakal kita pilih. Ketika kamu terima uang, usahakan selamanya dialokasikan khususnya dahulu, usahakan untuk tekankan keamanan keuangan (dana darurat) khususnya dahulu, dan merasa investasi walau alokasinya benar-benar minim.

3. Catat pengeluaran dan pemasukkan

Orang kaya memahami betul berapa pengeluaran mereka, walau cuma sebatas pakaian atau celana yang mereka kenakan. Mereka benar-benar teliti untuk mencatat kemana saja duwit mereka keluar.

Banyak dari kita yang memahami pentingnya mencatat pengeluaran dan pemasukkan, namun sedikit yang sudi menciptakan kebiasaan tersebut. Penting untuk mencatat, walau cuma muncul 1.000 rupiah sajat Jadi, ketahuilah berapa aset yang kamu miliki, utang yang mesti dibayarkan, berapa pemasukkan kita per bulan, per semester atau per tahun. Dengan begitu, kamu dapat memahami berapa kekayaanmu.

4. Miliki Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan bukan cuma dalam angan belaka, namun juga mesti ditulis dan dihitung. Bermimpi itu gratis, namun banyak yang tidak sampai, dikarenakan tidak memahami bagaimana cara menggapainya. Dalam keuangan, semua telah jelas, dikarenakan duwit dapat dihitung. Jangan cemas untuk menghitung duwit yang kamu miliki.

Dengan menghitung, kamu dapat memahami berapa ongkos yang dibutuhkan untuk menggapai tujuanmu. Dengan begitu pula, bakal menyebabkan kamu terpacu untuk bekerja lebih giat atau mempunyai usaha sehingga tidak cuma bergantung pada satu sumber pendapatan saja.

Kata investasi mungkin sering terdengar di telinga kita, namun percayalah, investasi yang paling punya nilai adalah investasi ilmu pengetahuan. Pengetahuan mengakses sebuah anggapan baru untuk diri kita, sehingga dapat melihat sebuah peluang lain.

Dalam perihal keuangan, paling dasarnya adalah kamu mesti merasa mencoba untuk memahami bagaimana ekonomi dapat bekerja. Hal basic dalam pengaturan keuangan, tidak secara terbuka diajarkan di sekolah.

Sehingga, wajar kecuali banyak yang tidak siap ketika mereka terima gaji pertamanya. Jika idamkan berubah untuk mendapatkan kebebasan finansial, maka kita memang mesti sudi untuk terus belajar. Jangan segera terjun ke investasi keuangan, cuma dikarenakan “kata orang”. Tapi, cobalah untuk memahami dan melacak tahu, sebelum akan buru-buru belanja produk keuangan.