Ritel dan Manufaktur Bakal Rebound di 2021

Posted on

Sektor ritel dan manufaktur dipercayai akan menambahkan kontribusi berarti dalam normalisasi pasar kerja pada 2021. Sektor yang terkontraksi memadai dalam sepanjang 2020 tersebut diprediksi mengalami rebound pada 2021.

Mohammad Faisal dari Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) menilai peningkatan level of confidence konsumen dikarenakan kalangan masyarakat menengah ke atas sehabis kedatangan vaksin Covid-19 bisa membuka peluang bagi sektor ritel dan manufaktur untuk mengalami rebound pada 2021.

“Pada 2021, sektor ritel dan manufaktur yang terkontraksi memadai dalam tahun ini akan mengalami rebound. Hal itu seiring bersama dengan meningkatnya mengkonsumsi masyarakat kelas menengah ke atas yang membaik sehabis kedatangan vaksin,” ujar Faisal kepada Bisnis.com, Selasa (8/12/2020).

Faisal melanjutkan, pemulihan di sektor ritel dan manufaktur sebagai sektor bersama dengan jumlah tenaga kerja relatif banyak, praktis juga akan diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang massif. Seiring bersama dengan meningkatnya kapasitas produksi yang didorong oleh peningkatan permintaan pasar.

Meskipun begitu, ada sejumlah tantangan yang akan menanti sistem normalisasi pasar kerja pada 2021, antara lain; pertama, kecepatan distribusi dan juga keterjangkauan vaksin Covid-19 oleh masyarakat.

“Artinya, ini tergantung kepada seberapa cepat distribusinya dan seberapa jauh jangkauannya. Hal itu akan menjadi hal yang amat berpengaruh bagi level of confidence masyarakat,” lanjut Faisal.

Kedua, tren masalah positif Covid-19 yang konsisten naik. Menurut Faisal, tren masalah positif Covid-19 yang konsisten menanjak hingga bersama dengan kala ini supaya menaikkan ketidakpastian di masyarakat menjadi tantangan lain yang harus dihadapi pemerintah dalam memulihkan pasar kerja 2021.

Dengan kata lain, lanjutnya, kalau kecepatan pendistribusian vaksin dan angka masalah positif Covid-19 sanggup ditekan, maka penyerapan tenaga kerja di atas 1 juta orang dinilai memadai realistis.

Sebagai informasi, pada pertengahan Oktober 2020 selanjutnya Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Airlangga Hartarto memprediksi kalau perkembangan ekonomi Indonesia meraih 5 % – 5,5 persen, maka penyerapan tenaga kerja sanggup meraih 2,5 juta orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *