PLN Dapat Komitmen Pendanaan Rp12 Triliun dari Perbankan

Posted on

PLN dengan lebih dari satu Lembaga Keuangan Bank Nasional laksanakan penandatanganan Perjanjian Kredit Investasi dengan total plafon layanan yang diberikan senilai Rp12 triliun dengan jangka selagi tenor 10 tahun dan 5 tahun.

Perjanjian Kredit Investasi didapat dari 3 (tiga) skema, yaitu sindikasi konvensional senilai Rp8,8 triliun, sindikasi syariah senilai Rp1,2 triliun, dan bilateral konvensional senilai Rp2 triliun.

Kemudian dari sisi skema konvensional perbankan yang terlibat adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.

Adapun sindikasi yang di tandatangani perjanjian pembiayaan investasi dengan skema syariah yaitu PT Bank Syariah Mandiri dan PT BCA Syariah.

Selain sindikasi, PLN akan menjalin kerja sama bilateral dengan skema konvensional dengan dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

“Terlaksananya Penandatanganan Perjanjian Kredit Investasi ini jadi salah satu bukti nyata pemberian dan juga keyakinan dari Lembaga Keuangan Bank Nasional untuk dapat memenuhi rencana investasi PLN yang hingga selagi ini masih termuat dalam RUPTL PLN 2019-2028 yang udah ditetapkan oleh Menteri ESDM,” Ungkap Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, Jumat (4/12/2020).

Lewat RUPTL, lanjut Sinthya, Kementerian ESDM konsisten mendorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terlebih pengembangan kekuatan terbarukan dengan obyek penambahan pembangkit kekuatan terbarukan sebesar 16.714 MW untuk menggapai obyek bauran EBT minimum 23 persen pada tahun 2025 dan seterusnya.

Pemerintah terhitung konsisten mendorong pemanfaatan teknologi pembangkit yang ramah lingkungan, dengan mendorong penerapan teknologi PLTU Clean Coal Technology (CCT). Sementara itu, bauran gas dijaga sebesar minimum 22 persen pada tahun 2025 dan seterusnya, manfaat menopang integrasi pembangkit EBT yang berupa intermittent (Variable Renewable Energy).

Di tengah pandemi, PLN berkomitmen untuk konsisten memelihara keandalan pasokan listrik, kualitas layanan dan berusaha meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk beroleh listrik.

Investasi ini terhitung dapat digunakan pengembangan listrik pedesaan (lisdes) dan pengembangan proses kecil tersebar (daerah isolated). Pada program listrik pedesaan, tidak cuman melistriki desa lama (desa yang udah miliki infrastruktur listrik tapi belum semua penduduknya beroleh listrik), PLN dan pemerintah terhitung dapat melistriki desa-desa 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Penjabaran rencana investasi PLN yang sudah termaktub dalam RUPTL 2019-2028 tersebut mesti ditunjang dengan meningkatkan kekuatan pendanaan agar nantinya secara konsisten bisa menopang perkembangan penyediaan listrik baik untuk masyarakat maupun industri dan juga bisnis.

“Penandatanganan sindikasi kredit dari perbankan nasional ini merupakan bukti usaha PLN untuk konsisten selesaikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Nasional sebagaimana mandat dari Pemerintah” tahu Sinthya. an Nasional sebagaimana mandat dari Pemerintah” tahu Sinthya.