Lesunya Finansial karena Covid-19 Bisa Bikin Depresi, Hadapi dengan Cara Ini

Posted on

Stres dan kuatir bisa saja telah memenuhi banyak asumsi orang saat di jaman pandemi Covid-19. Kondisi finansial dan ekonomi global yang konsisten bergelonjak, membuat keresahan finansial menjadi kasus utama bagi kesehatan mental banyak pihak masyarakat.

Jika Anda atau orang paling dekat tengah berada di keadaan finansial yang tidak menentu, ini adalah 4 langkah untuk mengatur rasa kuatir berkesinambungan selama pandemi Covid-19, layaknya melansir CNBC Make it, Selasa (8/12/2020).

1. Menerima Keadaan

Banyak keresahan biasanya berkunjung dari tidak terdapatnya kepastian mengenai berapa lama virus Covid-19 dapat reda.

“Saat berhadapan bersama sesuatu yang tidak diketahui, kami seringkali mengalami keresahan yang dapat melumpuhkan,” kata Megan Mccoy, direktur program master rencana keuangan khusus di Kansas State University

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi keresahan saat ini, adalah bersama menerima bahwa keadaan hidup sekarang dapat tidak sama untuk saat waktu.

Jadi fokuskan kepada sesuatu yang dapat dikendalikan. “Saya berfikir bahwa bersama mengenali suatu kewajaran untuk merasakan keresahan pada saat ini dapat amat membantu, dikarenakan bersama begitu kami dapat mengenali permintaan manusia untuk membawa sebuah kendali pada sesuatu,” mengerti McCoy.

Dr Mary Gresham, Psikolog spesialis kasus keuangan di Atlanta, AS, berpendapat bahwa lebih-lebih bagi orang yang berkecukupan, mengkhawatirkan keadaan keuangan adalah hal biasa.

Pembahasan itu lebih-lebih dapat di terima secara sosial untuk yang idamkan menyuarakan keresahan finansial, daripada obrolan seputar isolasi atau depresi.

Gresham menyarankan, untuk jauh lebih memperhatikan sumber kekuatan yang dimiliki kalau seseorang mengalami keresahan pada keadaan keuangan.

“Beri perhatian lebih pada kekuatan dan kekuatan Anda, dan bayangkan diri kamu mengusahakan untuk mengatasi dan beradaptasidengan keadaan tersebut. Jika kamu dulu mengalami keadaan sama dan berhasil melewatinya, maka kenali apa yang dapat membuat kamu dapat lewat tantangan tersebut,” ujar Gresham.

2. Kenali Pemicu Emosional Masing-Masing

Kedua kamu harus menemukan apa yang dapat menjadi pemicu emosi dan bagiamana biasanya Anda mengatasi reaksi tersebut.

Mungkin Anda style orang yang menentukan berbelanja saat stres, atau bisa saja idamkan segera menjajakan beberapa investasi. Apa pun itu reaksinya, jangan hingga dulu melewatkan emosi menguasai kehidupan.

“Sangat ringan dalam keadaan karantina untuk tersedot kepada situs-situs membeli online, kendati memang kamu tidak harus mengeluarkan uang tersebut,” ujar McCoy, yang terhitung sekretaris dewan direktur Financial Therapy Association (FTA).

Tidak menjadi sebuah kasus untuk seseorang menjauhi diri dari berita-berita yang tidak menyenangkan, selama kamu tetapmendapatkan sebuah Info penting.

“Pilih keliru satu saluran Info yang kamu percayai, tapi jangan hingga membanjiri kamu bersama informasi- informasi yang ada,” kata McCoy.

Meskipun begitu, tetap menjadi hal yang perlu untuk ikuti perkembangan Info bank, kreditor, atau kebijakan pemerintah daerah, sebagai respon respon virus.

3. Prioritaskan Kesehatan Mental

McCoy menganjurkan untuk melaksanakan sesuatu yang biasanya dapat membantu kamu merawat kesehatan mental seperti: berolahraga, tidur cukup, menjalin komunikasi online bersama rekan ataupun keluarga.

“Tidak harus bagi seseorang melaksanakan yoga, lumayan bersama bagaimana kamu dapat mendengarkan diri kamu dan tubuh kamu sendiri”, ujar McCoy yang menurutnya, berbaring di lantai dan memusatkan perhatian kepada pernapasan dapat menenangkan pikirannya.

4. Jangan Mengambil Resiko yang tidak Perlu

Jika memang tidak membawa banyak tabungan, sekarang bukan waktunya untuk menjual membeli saham, hanya dikarenakan ada untaian besar-besaran di web internet.

“Jangan berjudi bersama pasar saham, kalau memang tidak ada penghasilan yang dapat dibuang,”.”Karena kami tidak dapat pernahtahu kapan keadaan dapat lagi pulih,” ujar McCoy.

Oleh dikarenakan itu jauh lebih baik diam di rumah dan rajin-rajin untuk menjadga kebersihan. “Anda dapat mengurangi keresahan bersama melaksanakan hal yang benar dan tetap aman, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *